banner 728x250
Daerah  

Sempat Dirawat di Bone Sebelum Berangkat, Jemaah Haji Ini Wafat di Madinah

Pembimbing jemaah sekaligus Pimpinan KBIHU Fatimah Azzahra Amanah, H. Agung saat menjenguk di rumah sakit Bone sebelum berangkat ke Tanah Suci, beberapa waktu lalu. (Dok. Ist).
banner 120x600

WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Kabar duka datang dari Tanah Suci. Salah seorang jemaah haji asal Kabupaten Bone, Caming Sade Sakka, yang tergabung dalam Kloter UPG 03, wafat di Madinah, Arab Saudi, Senin (18/5/2026) pukul 09.10 WAS atau 13.10 WITA.

Sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, almarhum diketahui sempat menjalani perawatan di rumah sakit di Kabupaten Bone. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi kesehatannya dilaporkan membaik sehingga dinyatakan layak dan diperbolehkan untuk berangkat ke Tanah Suci.

Kondisi tersebut sejak awal telah menjadi perhatian pihak pembimbing dari KBIHU Fatimah Azzahra Amanah. Pembimbing jemaah sekaligus pimpinan KBIHU, Haji Agung, bahkan sempat menjenguk langsung almarhum saat masih dirawat di rumah sakit di Bone.

“Sebelum berangkat ke Tanah Suci, almarhum sempat dirawat di rumah sakit di Bone. Alhamdulillah kondisinya sempat membaik sehingga bisa berangkat. Kami juga sempat menjenguk beliau sebagai bentuk perhatian dan pendampingan,” ujar Haji Agung.

Setibanya di Madinah, kondisi kesehatan almarhum kembali menurun. Berdasarkan keterangan resmi dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter UPG 03, almarhum mulai dirawat di Saudi German Hospital sejak kurang dari 24 jam setelah tiba di Tanah Suci. Setelah menjalani perawatan lebih dari dua pekan, almarhum kemudian dirujuk ke Mouwasat Hospital untuk penanganan lanjutan.

Namun, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan wafat di ruang perawatan intensif (CCU) Mouwasat Hospital Madinah.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” demikian pernyataan resmi dari PPIH Kloter UPG 03.

Haji Agung menegaskan, perhatian terhadap jemaah merupakan komitmen utama KBIHU Fatimah Azzahra Amanah, tidak hanya saat di Tanah Suci tetapi juga sejak di daerah asal.

“Kami terus berupaya mendampingi dan memperhatikan kondisi jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami,” jelasnya.

Atas nama pribadi dan keluarga besar KBIHU Fatimah Azzahra Amanah, ia juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum.

“Semoga almarhum husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” tutupnya.

Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi keluarga, rombongan jemaah Kloter UPG 03, serta keluarga besar KBIHU Fatimah Azzahra Amanah yang sejak awal telah memberikan perhatian dan pendampingan penuh terhadap almarhum. (*/den).

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *