WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Memasuki hari kelima pasca terjadinya kasus penembakan pengacara, Rudi S Gani, pihak kepolisian sejauh ini belum menemukan titik terang siapa yang bertanggung jawab atas insiden maut tersebut. Termasuk apa motif dibalik penembakan ini.
Kapolres Bone AKBP Erwin Syah, S.I.K, M.H menegasan pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya. “Kami tidak akan main-main dalam penanganan kasus ini. Tim gabungan telah kami kerahkan dan akan bekerja maksimal sampai pelaku tertangkap,” tegasnya kepada awak media di Mapolres Bone, Sabtu, 4 Januari 2025. “Saya instruksikan kepada seluruh tim penyidik untuk bekerja secara profesional dan tidak memberikan celah sedikitpun. Kasus ini menjadi prioritas kami dan akan ditangani dengan serius hingga tuntas,” tambah Kapolres.
Diakui Erwin Syah, dalam mengusut kasus ini, telah bekerja tim gabungan Polres Bone dan Polda Sulsel. Karenanya, ia mengajak masyarakat tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada tim yang sedang bekerja di lapangan. “Kami memahami keresahan masyarakat, tapi kami minta untuk memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengungkap kasus ini. Kami tidak akan berhenti sebelum pelaku ditangkap,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini dan memberi kesempatan kepada penyidik untuk bekerja.
Untuk motif penembakan, polisi belum bisa memastikan. “Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil resmi dari berbagai pemeriksaan yang dilakukan,” jelas Erwin Syah.
Kapolres membeberkan dalam kasus penembakan ini korbannya bernama Rudi S Gani. Ia meninggal dunia akibat luka tembak di bagian wajah. “Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lappariaja namun nyawanya tidak tertolong,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa terjadi sekira pukul 21.50 WITA saat korban bersama sekitar 20 orang keluarga sedang menggelar acara makan malam menyambut pergantian tahun di sebuah ruangan kantor yang masih dalam tahap pembangunan. “Tiba-tiba terdengar satu kali suara letusan dari arah luar ruangan,” jelas Kapolres mengutip keterangan saksi.
Puskesmas Lappariaja yang melakukan pemeriksaan luar, menyatakan korban mengalami luka tembak di bagian pipi kanan di bawah mata. “Untuk penyelidikan lebih lanjut, jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi,” tambahnya. (*)
















