WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanete Riattang berkomitmen untuk menekan angka perceraian dan mencegah adanya prevalensi stunting pada anak akibat pernikahan usia dini.
Untuk mewujudkan tugas mulia tersebut, KUA Tanete Riattang yang dikomandoi Abd Wahid Arif menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para Kepala KUA se-Kabupaten Bone, Rabu, 15 Januari 2025. Kegiatan ini dihelat di salah satu kafe di Kelurahan Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
Dalam rakor yang dibuka Kepala Kemenag Bone, Dr. H. Abd Rafik, M.Pd ini, juga melibatkan organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti PC. NU, Penyuluh Keluarga Berencana, perwakilan Penyuluh Agama Islam. Hadir pula memberikan dukungan, Kasubag TU, Dr. H. Ahmad Yani, S.Ag, M.Ag dan Plt. Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Bone H. Muh. Rafi As’ad beserta staf.
Rakor menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Kantor Kemenag Bone, Ketua PC. NU Kabupaten Bone Rahmatunnair, dan Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Suardi Mandang.
Kepala KUA Tanete Riattang, Abd. Wahid Arif, menyampaikan bahwa tujuan utama rakor ini adalah meningkatkan kesadaran serta peran aktif masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pengawasan dan pendampingan bagi pasangan sebelum dan sesudah menikah, sehingga dapat lebih menekan lagi angka perceraian dan masalah stunting dapat dicegah,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. H. Abdul Rafik, M.Pd menyampaikan pentingnya sinergi antara KUA dan masyarakat dalam menciptakan keluarga harmonis dan sejahtera.
“Masyarakat memiliki peran strategis dalam membimbing dan membina pasangan yang akan maupun telah menikah. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat keharmonisan keluarga dan mencegah berbagai permasalahan dalam perkawinan,” jelas Abdul Rafik, dikutip dari laman Facebook Publik Kemenag Bone.
Ketua LKKNU Bone Suardi Mandang juga menegaskan bahwa keharmonisan keluarga merupakan kunci kemaslahatan bangsa. “Keharmonisan dan kemaslahatan dalam berbangsa dan bernegara bermula dari desa, dan kemaslahatan di desa berawal dari keluarga. Keluarga harmonis, bangsa sejahtera,” tuturnya penuh semangat.
Ketua PC. NU Bone Rahmatunnair memberikan penguatan terkait pentingnya pembinaan keluarga.
Sesi diskusi berlangsung hangat.dan interaktif, ditunjang suasana kafe yang nyaman, sehingga peserta makin antusias mengikuti jalannya rakor. (*)..
















