banner 728x250

Menapak Jejak Padel: Olahraga Global yang Kian Diminati di Daerah, Mulai Dilirik sebagai Peluang Bisnis

Aktivitas permainan olahraga padel. (Dok.rribone)
banner 120x600

WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Olahraga padel, cabang olahraga modern yang memadukan unsur tenis dan squash, mulai menancapkan eksistensinya di Kabupaten Bone. Kehadiran lapangan padel yang representatif di wilayah Bumi Arung Palakka menjadi sinyal bahwa olahraga ini tidak lagi eksklusif di kota-kota besar, tetapi mulai menjangkau daerah.

Padel memiliki sejarah panjang sebelum dikenal luas seperti sekarang. Dilansir ANTARA News, 22 April 2025, Olahraga ini pertama kali diperkenalkan pada 1969 di Acapulco, Meksiko, oleh Enrique Corcuera. Berangkat dari eksperimen sederhana di halaman rumahnya, Corcuera menciptakan permainan unik yang menggabungkan teknik tenis dan dinamika squash. Permainan tersebut awalnya dikenal dengan nama “Paddle Corcuera”.

Perkembangan signifikan terjadi ketika olahraga ini dibawa ke Spanyol oleh Alfonso, salah satu rekan Corcuera. Di negara tersebut, padel berkembang pesat dan menjadi olahraga favorit masyarakat. Popularitasnya kemudian meluas ke berbagai negara Eropa dan Amerika Latin. Pada 1991, berdirinya Federation International de Padel (FIP) menandai babak baru padel sebagai olahraga yang terorganisasi secara global, termasuk dalam penyelenggaraan kejuaraan profesional.

Secara permainan, padel dimainkan secara ganda di lapangan tertutup berukuran 10 x 20 meter yang dikelilingi dinding kaca. Pantulan bola dari dinding menjadi bagian dari strategi permainan. Raket padel memiliki desain khusus tanpa senar, sementara sistem skor mengadopsi perhitungan tenis. Karakter permainan yang cepat, dinamis, dan menekankan kerja sama tim membuat padel mudah diterima berbagai kalangan.

Di Indonesia, padel mulai dikenal seiring meningkatnya tren gaya hidup aktif dan olahraga berbasis komunitas. Antusiasme tersebut kini turut terasa di Kabupaten Bone. Munculnya fasilitas padel menjadi pemantik minat masyarakat untuk mencoba olahraga ini, sekaligus membuka ruang interaksi sosial baru.

Tren ini juga menarik perhatian pelaku usaha. Seiring meningkatnya jumlah peminat, bisnis penyewaan lapangan padel mulai dilirik sebagai peluang investasi. Zaenal, purna bakti ASN yang kini aktif berwirausaha, melihat potensi besar dari olahraga ini.

“Saya lihat padel banyak peminatnya. Saya rencana bikin juga lapangan padel,” ujarnya kepada pakarmedia.com belum lama ini.

Sejauh ini tercatat baru satu lapangan padel skala modern berdiri di Bumi Arung Palakka.

Masuknya padel ke Bone bukan sekadar menambah pilihan olahraga, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru. Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta minat masyarakat yang terus tumbuh, padel diperkirakan akan berkembang pesat dan menjadi bagian dari gaya hidup baru warga Bone. (den).

 

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *