MAKASSAR, PAKARMEDIA.COM— Upaya PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro terus dirasakan hingga ke berbagai daerah penyangga perkotaan. Melalui PNM Cabang Makassar, perusahaan tersebut secara konsisten menghadirkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta literasi keuangan dan digital bagi perempuan prasejahtera di Kabupaten Gowa.
Kabupaten Gowa yang berbatasan langsung dengan Kota Makassar menjadi salah satu wilayah prioritas pelayanan PNM. Kedekatan geografis ini menjadikan Gowa memiliki peran strategis sebagai daerah penopang aktivitas ekonomi perkotaan, sehingga kehadiran PNM diharapkan mampu memperkuat peran pelaku UMKM perempuan dalam menopang perekonomian keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Saat ini, PNM Cabang Makassar memiliki jaringan layanan yang cukup luas di Kabupaten Gowa. Tercatat terdapat 13 kantor unit Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) serta 1 kantor unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program Mekaar sendiri menyasar perempuan pengusaha ultra mikro dengan pendekatan berbasis kelompok, yang mendorong terciptanya budaya disiplin usaha, kebersamaan, serta saling dukung di antara para anggotanya.
Hingga Desember 2025, PNM telah menyalurkan lebih dari Rp219 miliar modal usaha kepada lebih dari 58.700 perempuan pengusaha ultra mikro di Kabupaten Gowa. Capaian tersebut mencerminkan komitmen PNM dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha masyarakat.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, menegaskan bahwa kehadiran PNM tidak hanya berfokus pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga pada pemberdayaan nasabah secara menyeluruh.
“Fokus kami melalui program Mekaar adalah agar masyarakat, dari wilayah perkotaan hingga desa, dapat merasakan langsung manfaat pemberdayaan. Kabupaten Gowa yang lokasinya berdekatan dengan Kota Makassar memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga, sehingga kami berharap kehadiran PNM dapat membantu para perempuan pengusaha agar usahanya dapat berkembang dan naik kelas,” ujar Yazdi dalam rilis yang diterima redaksi pakarmedia.com tertanggal 3 Maret 2026.
Selain menyediakan akses pembiayaan, PNM juga aktif memberikan berbagai program pendampingan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah di masing-masing wilayah.
“Kami memberikan pelatihan yang beragam, mulai dari pengembangan kepemimpinan (leadership) dan soft skill, edukasi menabung, desain kemasan produk, strategi pemasaran secara online maupun offline, penentuan harga pokok produksi, hingga penghitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) serta penyusunan laporan keuangan sederhana,” jelasnya.
Tidak hanya itu, PNM juga memfasilitasi pengurusan legalitas usaha bagi para nasabah tanpa dipungut biaya. Program tersebut meliputi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, serta mendorong para nasabah untuk menjadi Agen BRILink guna memperluas sumber pendapatan.
“Hingga tahun 2024, di Kabupaten Gowa kami telah membantu penerbitan 5.017 NIB bagi nasabah. Semua layanan tersebut kami berikan secara gratis sebagai bagian dari komitmen PNM yang tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi dan membantu pengembangan usaha masyarakat,” tambah Yazdi.
PNM Makassar juga membentuk klaster usaha di Kecamatan Tinggimoncong, kawasan Malino, yang mendapatkan pendampingan khusus. Para nasabah dalam klaster ini memperoleh pelatihan tematik, seperti teknik pengemasan produk, diversifikasi usaha, serta strategi pemasaran secara online dan offline.
“Melalui klaster usaha ini, kami berharap para nasabah dapat terus meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka. Dengan pengetahuan yang semakin baik, diharapkan usaha yang dijalankan semakin berkembang dan kesejahteraan keluarga dapat tercapai lebih cepat,” katanya.
Sepanjang Desember 2025, PNM Makassar juga telah melaksanakan kegiatan pendampingan dan pelatihan kepada hampir 2.000 ketua kelompok Mekaar di Kabupaten Gowa melalui program Membina dan Memberdaya (MBA MAYA). Program ini rutin dilaksanakan setiap tahun dengan materi yang terus disesuaikan dengan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi para nasabah di lapangan.
Ke depan, PNM berharap kegiatan pemberdayaan dan pendampingan tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Kami berharap dapat terus mendampingi masyarakat, tidak hanya di Kabupaten Gowa, tetapi juga di seluruh wilayah kerja kami di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Papua. Perempuan Indonesia yang sebelumnya hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, dengan dukungan modal dan pendampingan dari PNM Mekaar kini mampu membangun usaha, menabung, bahkan perlahan memiliki tempat usaha sendiri untuk membantu perekonomian keluarga,” tutup Yazdi. (ran/den).
















