WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone periode 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Baruga La Teya Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Sabtu (9/5/2026).
Pelantikan dipimpin Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, yang secara resmi mengukuhkan Andi Akmal Pasluddin sebagai Ketua DMI Kabupaten Bone.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, hingga pengurus masjid dari berbagai wilayah di Kabupaten Bone. Kehadiran para undangan mencerminkan harapan besar terhadap peran strategis DMI dalam pembinaan umat.
Dalam sambutannya, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan komitmennya untuk menjadikan DMI sebagai wadah pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai, kepengurusan yang diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab moral dalam membina kehidupan umat.
“Amanah ini adalah bentuk pengabdian. Kami siap bekerja dan berkontribusi untuk kemajuan umat melalui peran masjid,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masjid harus terus didorong menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga pemberdayaan sosial dan peningkatan kualitas masyarakat. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar sebagai ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Lebih lanjut, Andi Akmal menegaskan pentingnya memperluas struktur organisasi DMI hingga tingkat kecamatan. Dengan demikian, program pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil.
“Kita ingin pembinaan masjid lebih terarah dan merata. Karena itu, keberadaan DMI hingga tingkat kecamatan menjadi sangat penting,” jelasnya.
Ia juga mengaitkan program kerja DMI dengan visi pembangunan daerah melalui semangat “Bone Maberre”. Konsep tersebut, kata dia, sejalan dengan upaya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang mampu melahirkan masyarakat mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“DMI harus menjadi mitra pemerintah dalam membangun umat. Kita ingin masjid benar-benar menjadi pusat peradaban dan penguatan karakter masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PW DMI Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, menekankan pentingnya peran DMI dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat melahirkan program yang inovatif dan berdampak luas.
“Peran masjid harus terus ditingkatkan, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pemersatu masyarakat,” katanya.
Pelantikan ini menjadi titik awal bagi kepengurusan baru DMI Bone dalam menjalankan berbagai program strategis ke depan. Sinergi antara pengurus, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong terciptanya kehidupan keagamaan yang harmonis, inklusif, dan berdaya di seluruh wilayah Kabupaten Bone. (*/den).
















