WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM— Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyambangi lokasi kebakaran Percetakan Trias Muda di Jalan Manurunge, Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.
Kunjungan tersebut dilakukan di sela aktivitas olahraga pagi. Bupati tiba di lokasi dengan berjalan kaki mengenakan pakaian olahraga, didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Kepala BKPSDM Bone, Edy Saputra Syam, Kepala Dinas Sosial Bone, H. Jemmy, Asisten III Setda Bone, Budiono, serta Direktur RSUD Datu Pancaitana, H. Muhammad Rostang.
Di hadapan pemilik Percetakan Trias Muda, Adi, Bupati Bone menyampaikan rasa keprihatinan dan empati atas musibah kebakaran yang terjadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan moral kepada korban agar tetap tegar menghadapi cobaan.
“Musibah ini tentu berat, tetapi saya berharap bisa diterima dengan lapang dada. Saya yakin usaha ini bisa bangkit kembali, bahkan lebih besar dari sebelumnya,” ujar Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berbagi pengalaman pribadi pernah mengalami cobaan serupa. Ia menuturkan bahwa dengan kesabaran dan sikap ikhlas, dirinya mampu bangkit dan melanjutkan usaha.
Selain memberikan motivasi, Bupati turut mengingatkan pentingnya aspek keselamatan, khususnya dalam instalasi listrik. Ia menekankan agar ke depan penggunaan instalasi listrik memperhatikan standar keamanan, termasuk pemilihan spesifikasi kabel dan perangkat pendukung.
“Untuk instalasi listrik, sebaiknya menggunakan kabel dengan spesifikasi yang sesuai, seperti kabel 2,5 mm tunggal untuk kebutuhan tertentu, agar lebih aman dan mengurangi risiko korsleting,” jelasnya.
Bupati menambahkan, pengetahuan tersebut diperolehnya saat bekerja di salah satu BUMN, yakni Pabrik Gula Arasoe, sehingga ia memahami pentingnya standar kelistrikan dalam mencegah kebakaran.
Diketahui, kebakaran yang melanda Percetakan Trias Muda terjadi pada Rabu dini hari (13/5/2026). Api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan percetakan beserta sebagian peralatan produksi di dalamnya.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 23.28 WITA dan diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Meski tak korban jiwa, namun akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp2 miliar. (*/den).
















