banner 728x250
Daerah  

11 Jabatan Strategis di Pemkab Bone Masih Lowong, Dinas Peternakan Tiga Kali Dipimpin Plt

Flyer ucapan selamat untuk penunjukan Essau SJ. Huwae sebagai Plt. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone beredar di Whatsapp.
banner 120x600

WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM— Kekosongan jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone masih menjadi perhatian serius. Hingga saat ini, sedikitnya terdapat 11 jabatan eselon II yang belum terisi definitif, termasuk jabatan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang untuk ketiga kalinya dipimpin oleh pejabat pelaksana tugas (Plt).

Khusus di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone, pergantian pucuk pimpinan sementara terjadi secara beruntun dalam beberapa bulan terakhir.

Pasca pergeseran Andi Musafir dari jabatan Kepala Dinas Peternakan menjadi Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Bone pada 5 Juni 2025, Bupati Bone menunjuk Sekretaris BKPSDM, Andi Tenriawaru, sebagai Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Namun, Andi Tenriawaru hanya menjabat sekitar tiga bulan. Selanjutnya, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh drh. Agusriady, M.Anim.Sc sebagai Plt Kepala Dinas Peternakan.

drh. Agusriady bukan sosok baru di lingkungan Dinas Peternakan Kabupaten Bone. Alumni Australia tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesehatan Hewan.

“Saya delapan bulan menjabat Plt Kadis,” ujar Agusriady yang akrab disapa Dokter Ady.

Kini, posisi Plt Kepala Dinas Peternakan kembali berganti. Bupati Bone menunjuk Essu SJ Huwae yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Daerah Kabupaten Bone untuk mengemban tugas tambahan sebagai Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Terhitung mulai 18 Mei 2026 (Essau menjabat Plt Kadisnak, red),” tambah Dokter Ady.

Meski rotasi dan mutasi pejabat dilakukan secara masif dan berkelanjutan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa persoalan kekosongan jabatan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bone.

Adapun 11 jabatan eselon II yang saat ini masih lowong masing-masing:

  1. Kepala Dinas Pendidikan
  2. Kepala Dinas Perikanan
  3. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)
  4. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)
  5. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA-BK)
  6. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan)
  7. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
  8. Kepala Dinas Kesehatan
  9. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP)
  10. Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan
  11. Sekretaris Daerah (Sekda)

Jumlah tersebut belum termasuk sejumlah jabatan lain di level sekretaris, kepala bagian hingga kepala bidang yang juga masih membutuhkan pejabat definitif.

Pengamat Pemerintahan dan Kebijakan Publik, Andi Alimuddin, menilai promosi dan pergeseran pejabat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone sejauh ini telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang kepegawaian.

“Kita lihat juga yang dipromosikan maupun yang mengalami pergeseran, orang-orangnya memiliki kapabilitas dan kompetensi untuk jabatan itu,” ujarnya, Rabu, 25 Maret 2026.

Meski demikian, mantan Sekretaris DPRD dan Staf Ahli Bupati Bone tersebut menegaskan bahwa kekosongan jabatan, terutama pada posisi strategis, harus segera menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Menurutnya, jabatan Sekretaris Daerah merupakan posisi yang sangat vital karena memiliki peran penting dalam roda pemerintahan dan pengelolaan anggaran daerah sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Ini harus menjadi perhatian karena yang kosong adalah jabatan strategis, utamanya Sekda yang juga memegang peran penting dalam pengelolaan anggaran daerah,” pungkasnya. (*/den).

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *