WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM— Kisah inspiratif perjalanan usaha Brownies Crispy Cuppsbite menjadi perhatian pendengar dan penonton program talkshow inspiratif CEO (CErita Owner) yang diselenggarakan Pakarmedia Radio, Jumat (5/6/2026) sore.
Dalam program yang ditayangkan secara streaming melalui Listen2MyRadio dan live TikTok Pakarmedia.com itu, Founder sekaligus Owner Cuppsbite, Zulfahmadinatul Munawisyah, membagikan pengalaman membangun usaha dari nol hingga mampu memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia.
Acara yang berlangsung pukul 17.00 hingga 18.00 Wita tersebut dipandu oleh Rani Maharani, dan Gina Wiwiana selaku Program Director.
Dalam perbincangan tersebut, Zulfah mengungkapkan bahwa ide awal merintis usaha lahir ketika dirinya mengikuti sebuah workshop. Dari kegiatan itu, ia tidak hanya memperoleh ilmu tapi juga uang saku yang kemudian menjadi modal awal untuk berpikir lebih jauh mengenai masa depannya.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ulfah itu, sejak masih berstatus mahasiswa dirinya sudah memiliki keinginan untuk membangun usaha sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
“Berbekal uang saku dari workshop, saya berpikir bagaimana setelah selesai kuliah nanti sudah ada aktivitas dan usaha yang bisa dijalankan. Dari situlah muncul keinginan untuk mulai berbisnis,” ungkapnya.
Ulfah menegaskan bahwa ide bisnis bisa datang kapan saja, namun yang paling penting adalah keberanian untuk memulai dan mengambil tindakan nyata.
“Ide bisa datang kapan saja, tapi kalau tidak disertai action, ya hanya akan menjadi ide. Prinsipnya ya coba aja dulu,” ujarnya.
Dalam memilih produk, Ulfah justru mengambil jalan berbeda dari materi yang diperolehnya saat workshop. Jika saat pelatihan ia belajar membuat almond crispy, dirinya melihat peluang lain yang belum banyak digarap, yakni brownies crispy.
Ia kemudian menjadikan Kota Makassar sebagai pasar uji coba pertama. Pilihan itu bukan tanpa alasan. Selain memiliki karakter selera yang relatif mirip dengan masyarakat Bone, Makassar dianggap sebagai tempat yang tepat untuk menguji kualitas produk sekaligus membangun rasa percaya diri sebagai pelaku usaha baru.
“Tidak disangka, respon masyarakat sangat baik. Dari situ saya mulai lebih percaya diri dan kembali memperluas pemasaran ke swalayan maupun rumah makan,” katanya.
Namun, perjalanan membangun Brownies Crispy Cuppsbite tidak selalu berjalan mulus. Ulfah mengakui bahwa menghasilkan brownies yang benar-benar renyah seperti keripik sesuai dengan konsep produknya membutuhkan proses panjang dan penuh percobaan.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya berkali-kali gagal sebelum menemukan formula yang tepat.
“Sampai 10 kali kami membuang bahan hanya untuk mendapatkan patokan rasa dan tekstur yang benar-benar sesuai. Dari situlah akhirnya lahir standar atau SOP produksi yang kami gunakan sampai sekarang,” jelasnya.
Berbekal konsistensi menjaga kualitas, Cupsbite kemudian berkembang dan menghadirkan berbagai varian produk. Salah satu yang cukup unik adalah varian cokelat jahe yang dikenal dengan nama Sarabba Cokelat.
Meski mulai berkembang, ujian berat kembali menghampiri. Pada tahun 2019, atau sekitar dua tahun setelah usaha berdiri, tempat produksi Cupsbite mengalami kebakaran.
Peristiwa tersebut menghanguskan berbagai produk yang telah siap dikirim kepada pelanggan. Tidak hanya kehilangan produk, Ulfah mengaku semangatnya untuk berusaha saat itu juga sempat runtuh.
“Kebakaran itu menjadi titik terberat dalam perjalanan usaha kami. Semua produk yang sudah siap kirim habis terbakar dan saat itu semangat untuk melanjutkan usaha juga sempat hilang,” kenangnya.
Namun, dukungan dari berbagai pihak menjadi titik balik kebangkitannya. Bantuan dan pendampingan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian serta sektor perbankan memberikan motivasi baru untuk bangkit.
Pada tahun 2020, Ulfah kembali memulai usahanya dan terus mengembangkan Cuppsbite hingga mampu bertahan dan tumbuh sampai sekarang.
Selain memproduksi aneka makanan ringan, Cuppsbite juga mengembangkan layanan jasa baking. Jaringan pemasaran produknya pun semakin luas.
Saat ini, Brownies Crispy Cuppsbite tidak hanya tersedia di bandara, pusat perbelanjaan dan berbagai swalayan di Makassar, Maros dan Bone, tetapi juga telah dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Bogor, Bali, Maluku, Papua hingga Kalimantan.
Di balik seluruh pencapaian tersebut, Ulfah menyebut sosok ibunya sebagai sumber kekuatan terbesar yang membuatnya mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan usaha.
“Doa dan motivasi dari ibu menjadi alasan terbesar saya tetap bertahan sampai hari ini. Beliau adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam hidup saya,” tuturnya.
Menutup sesi talkshow, Ulfah kembali membagikan pesan sederhana bagi generasi muda maupun masyarakat yang ingin memulai usaha.
“Coba aja dulu. Ide bisa datang kapan saja, tapi yang menentukan adalah keberanian untuk memulai,” pesannya.
Sementara itu, Direktur PT Pabrik Karya Media (Pakarmedia.com), Deny Usman, mengapresiasi kesediaan Zulfahmadinatul Munawisyah hadir sebagai narasumber dalam program CEO.
Menurutnya, kisah perjuangan yang dibagikan Ulfah memberikan banyak pelajaran berharga, khususnya tentang keberanian memulai usaha, konsistensi menjaga kualitas, serta kemampuan bangkit dari keterpurukan.
“Kami mengapresiasi kehadiran Ibu Zulfahmadinatul Munawisyah yang telah berbagi pengalaman dan perjalanan bisnisnya. Kisah seperti ini sangat penting untuk menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin berwirausaha,” kata jurnalis lintas platform tersebut.
Deny menjelaskan bahwa program CEO (CErita Owner) dihadirkan sebagai ruang bagi para pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, tantangan, strategi serta inspirasi kepada masyarakat luas.
“Program CEO kami hadirkan sebagai wadah berbagi cerita, pengalaman dan inspirasi dari para owner maupun pelaku usaha. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang termotivasi untuk berani memulai dan mengembangkan usahanya sendiri,” pungkasnya. (ran/den).
















