Oleh: Dr. Hj. Cheriani, S.Si., S.Pd., M.Pd
[Ketua KADIN Kabupaten Bone]
Di antara halaman-halaman sejarah yang terus bertambah, ada satu nama yang tak pernah lekang: Ibu. Di era digital yang serba cepat, di tengah riuh informasi yang datang silih berganti, kasih Ibu tetap menjadi penjangkaran hati yang kokoh dalam samudera perubahan.
Hari Ibu kali ini mengajak kita berhenti sejenak dari scroll layar, untuk menyelami kedalaman makna seorang perempuan yang tak hanya melahirkan kita, tetapi juga menjadi sumber kekuatan, keteladanan, dan ketabahan tanpa syarat. Ia adalah guru pertama, perawat ulung, manajer rumah tangga yang cekatan, dan seringkali, pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja di balik layar kesuksesan setiap anaknya.
Dalam narasi modern yang kerap mengagungkan kesempurnaan, Ibu justru mengajarkan arti keutuhan melalui ketidaksempurnaannya. Dari tangannya yang tak selalu halus, dari suaranya yang kadang lirih, dari air matanya yang mungkin pernah jatuh di tengah malam, justru di situlah terpateri pelajaran hidup paling berharga: bahwa cinta sejati tak pernah menuntut, tetapi selalu memberi.
Lewat tulisan ini kami ucapkan terima kasih. Terima kasih, Ibu, untuk semua doa yang diam-diam dipanjatkan, untuk semua pengorbanan yang tak pernah dihitung, untuk semua senyum yang diberikan meski hati lelah. “Birrul Walidain”—berbakti kepadanya adalah jalan surga. Terima untuk semua kesabaran yang kau jadikan pakaian sehari-hari.
Selamat Hari Ibu. Semoga setiap detik usiamu diberkahi kebahagiaan yang setara dengan luasnya kasih yang telah kau tebarkan. Semoga setiap hela nafasmu diberkahi, setiap langkahmu diberi kekuatan, dan setiap doamu diijabah oleh Yang Maha Mendengar, Aamiin Yaa Rabbal Aalaminn.
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (QS. Al-Isra: 24)
Sebab surga memang di bawah telapak kaki Ibu. Dan cintanya adalah cermin kasih sayang-Nya yang tak pernah berakhir. Ibu adalah rumah pertama, pelindung terakhir, dan cinta yang tak pernah berakhir. (*).














