banner 728x250

Prestasi Gemilang RSUD Tenriawaru dan Datu Pancaitana Antar Bupati Bone Raih Top Pembina BUMD

Kolase foto: Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman mengangkat tropi bersama Direktur RSUD Datu Pancaitana, Muhammad Rostang (Kiri) dan Direktur RSUD Tenriawaru, Muhammad Syahrir (Kanan) usai menerima penghargaan TOP BUMD Awards 2026 di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Dok.ist).
banner 120x600

JAKARTA, PAKARMEDIA.COM— Pemerintah Kabupaten Bone kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Top BUMD Awards 2026 yang digelar di Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Majalah TOP BUSINESS bersama sejumlah lembaga nasional tersebut, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Top Pembina BUMD 2026, sekaligus menempatkannya dalam jajaran kepala daerah terbaik di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan atas peran aktifnya dalam mendorong peningkatan kinerja dan inovasi khususnya dua rumah sakit daerah menjadi ujung tombak pelayanan, yakni RSUD Tenriawaru dan RSUD Datu Pancaitana.

RSUD Tenriawaru berhasil meraih penghargaan Top BUMD Awards 2026 Bintang 5 untuk kategori RSUD tipe B, sementara RSUD Datu Pancaitana meraih Bintang 4 untuk kategori RSUD tipe C. Atas capaian tersebut, Bupati Bone juga dinobatkan sebagai pembina terbaik berkat keberhasilannya mendorong kinerja kedua rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD Tenriawaru, Muhammad Syahrir, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan merupakan hasil sinergi seluruh pihak, baik dalam pelayanan pasien umum maupun pengembangan layanan spesialis.

Berbagai inovasi terus dihadirkan guna mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui program “Kerabat Prioritas”, yakni layanan pengantaran obat langsung ke rumah pasien, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis.

Selain itu, sistem pendaftaran berbasis digital juga telah diterapkan. Pasien kini dapat mengambil nomor antrean secara online tanpa harus datang lebih awal ke rumah sakit. Digitalisasi ini terbukti meningkatkan efisiensi layanan, mulai dari proses pendaftaran hingga administrasi.

RSUD Tenriawaru juga mengembangkan berbagai inovasi unggulan, seperti SI CANTIK (Sistem Informasi Pelayanan Terintegrasi) dan SIPEDEKATE (Sistem Pendidikan Klinik Terintegrasi). Program ini memperkuat peran rumah sakit tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi pendidikan dan pengembangan tenaga medis.

Sejak berdiri pada 1988 dan bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada 2010, RSUD Tenriawaru terus berkembang pesat. Saat ini, rumah sakit tersebut telah berstatus kelas B dengan akreditasi paripurna.

Sementara itu, RSUD Datu Pancaitana juga menunjukkan kinerja yang impresif sepanjang 2025. Pendapatan rumah sakit meningkat sebesar 18,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan membaiknya tata kelola dan meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Dari sisi mutu layanan, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) meningkat dari 85 persen pada 2024 menjadi 87 persen pada 2025. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) juga naik signifikan dari 78 menjadi 82,89.

Peningkatan tersebut turut didukung oleh lonjakan kunjungan pasien. Kunjungan rawat jalan meningkat dari 33.553 pada 2024 menjadi 38.892 pada 2025. Sementara itu, kunjungan rawat inap juga mengalami peningkatan, menandakan semakin tingginya pemanfaatan layanan rumah sakit oleh masyarakat.

Untuk meningkatkan responsivitas layanan, RSUD Datu Pancaitana menghadirkan inovasi PIPP (Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan) sebagai pusat layanan informasi dan pengaduan yang cepat dan terintegrasi. Di sisi internal, inovasi SIMPERS (Sistem Informasi Presensi RSUD Datu Pancaitana) diterapkan guna memperkuat kedisiplinan dan transparansi kehadiran pegawai.

Selain itu, rumah sakit ini juga membuka layanan poli pagi dan sore, khususnya untuk Poli Anak dan Poli Penyakit Dalam (Interna), guna mengurai kepadatan antrean dan memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat.

Direktur RSUD Datu Pancaitana, Muhammad Rostang, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dengan dukungan penuh pemerintah daerah.

“Peningkatan ini adalah hasil kerja bersama dan komitmen kami untuk terus berbenah. Mulai dari peningkatan mutu layanan, inovasi sistem, hingga pembenahan fasilitas, semuanya diarahkan untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan penguatan layanan ke depan.

“Kami tidak ingin berhenti pada capaian ini. RSUD Datu Pancaitana akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas inovasi, dan memastikan masyarakat Bone mendapatkan layanan kesehatan yang semakin profesional dan terpercaya,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian kedua rumah sakit tersebut.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan masyarakat Bone mendapatkan pelayanan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” tegasnya. (*den)

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *