banner 728x250
Daerah  

Longsor Putuskan Jalur Antar Dusun di Tellu Limpoe, Polisi dan TNI Turun Tangan

banner 120x600

WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Pasca bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Bungaejae, Desa Sadar, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, jajaran Polsek Tellu Limpoe bersama TNI dan masyarakat setempat bergerak cepat melakukan kerja bakti guna membersihkan material longsor yang menutup badan jalan, Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 Wita.

Longsor pertama dilaporkan terjadi pada Rabu malam, 25 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 Wita. Kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang cukup tinggi diduga menjadi pemicu terjadinya pergerakan tanah di wilayah tersebut. Beberapa jam kemudian, tepatnya pada Kamis dini hari, 26 Februari 2026 sekitar pukul 04.00 Wita, longsor susulan kembali terjadi dan memperparah kondisi jalan.

Kapolsek Tellu Limpoe, Ipda Lukman, S.H., menjelaskan bahwa material tanah dan bebatuan yang terbawa longsor menutup total badan jalan utama yang menghubungkan Dusun Lakariki dan Dusun Tone’e dari Dusun Bungaejae. Akibatnya, akses transportasi warga terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun akses jalan sempat terputus total karena tertimbun material tanah sehingga aktivitas masyarakat terganggu,” ujar Kapolsek.

Sebagai langkah penanganan awal, personel Polsek Tellu Limpoe bersama personel Koramil Lamuru–Tellu Limpoe dan warga Desa Sadar bahu-membahu melakukan pembersihan material longsor secara manual menggunakan sekop, cangkul, dan alat seadanya. Kerja bakti ini dilakukan untuk membuka akses darurat agar jalan dapat segera dilalui, meski secara terbatas.

Kegiatan gotong royong tersebut turut dihadiri Danpos Tujue Peltu Dio Suseno, Kepala Desa Sadar Andi Ashar Alam, S.H., Kanit Intelkam Aiptu M. Albar Azis, personel Koramil Lamuru–Tellu Limpoe, serta masyarakat setempat.

Selain melakukan pembersihan, aparat juga mengimbau warga yang bermukim di sekitar lereng dan tebing agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau pihak kepolisian apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah. (*/den).

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *