WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Sebanyak 386 jemaah calon haji (CJH) asal Kabupaten Bone yang tergabung dalam Kloter 5 Bone dan Kloter 22 UPG tercatat sebagai peserta keberangkatan haji tahun 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 380 jemaah diberangkatkan dari Masjid Agung Al Ma’arif, Watampone, menuju Makassar pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Para jemaah diberangkatkan menggunakan 16 unit bus, dengan tambahan dua bus cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan operasional di lapangan.
Pelepasan jemaah dilakukan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, yang turut memberikan doa dan semangat kepada para calon tamu Allah tersebut.
Sementara itu, lima jemaah lainnya dijadwalkan menunggu dan bergabung langsung di Makassar.
Namun, terdapat dua jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan, salah satunya atas nama Lahuseng Pasannai (75), warga Abbanuang, Desa Kampuno, Kecamatan Barebbo, akibat kondisi kesehatan. Keberangkatannya pun dialihkan ke musim haji berikutnya.
Pemberangkatan berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga jemaah yang turut mengantar dan mendoakan. Para jemaah selanjutnya akan menjalani proses lanjutan di Asrama Haji Sudiang Makassar sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Komposisi jemaah terdiri atas 112 laki-laki dan 274 perempuan, dengan tiga orang masuk kategori prioritas lansia. Adapun jemaah tertua masing-masing berusia 85 tahun, yakni Andi Hani Massalinri, Sanuddin Maming, dan Hanawasiah Mangenre. Sementara jemaah termuda adalah Bintang Nuraeni (16 tahun) yang berangkat melalui pelimpahan porsi.
Petugas kloter yang mendampingi jemaah yakni Ketua Kloter Prof. Astuti, Pembimbing Ibadah Muslimin, Dokter Wahyudi, Perawat Hasrawaty Hamid, serta petugas TPHD/TKHD Andi Ilal Tasma.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, Muhammad Rafi As’ad, menyampaikan bahwa pembagian skema keberangkatan ini merupakan bagian dari pengaturan teknis agar proses berjalan tertib dan lancar.
“Sebagian besar jemaah diberangkatkan dari Watampone, sementara sebagian lainnya langsung bergabung di Makassar. Ini merupakan bagian dari skema pelayanan agar seluruh proses berjalan efektif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan serta mengikuti seluruh arahan petugas selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah.
“Kami berharap seluruh jemaah diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke daerah dengan predikat haji mabrur,” tambahnya. (*/den).
















