banner 728x250
Metro  

Air Bah Sungai Waranie Usa Ingatkan Tragedi Salo Merungnge 2016, BPBD Bone Imbau Warga Waspada

banner 120x600

WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM— Peristiwa terjebaknya 28 mahasiswa dan pelajar akibat air bah di kawasan Sungai Waranie, Dusun Waranie, Desa Usa, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Kamis (28/5/2026), kembali mengingatkan masyarakat pada tragedi besar air bah di objek wisata Salo Merungnge yang terjadi satu dekade lalu.

Insiden di Sungai Waranie terjadi saat rombongan mahasiswa dan pelajar berada di sekitar aliran sungai pegunungan tersebut. Tiba-tiba debit air meningkat drastis setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu, sehingga para korban tidak dapat menyeberang dan terjebak di area sungai.

Beruntung, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah proses penyelamatan yang melibatkan Basarnas, BPBD Bone, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.

Kejadian ini memunculkan kembali ingatan publik terhadap tragedi air bah di objek wisata Air Terjun Salo Merungnge, Desa Ureng, Kecamatan Palakka, yang terjadi pada Minggu, 13 November 2016 silam.

Kala itu, ratusan wisatawan tengah menikmati liburan di salah satu objek wisata populer di Kabupaten Bone tersebut sekitar pukul 14.30 Wita. Namun suasana berubah mencekam ketika air bah tiba-tiba datang dari arah hulu sungai.

Sejumlah pengunjung berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke daratan. Akan tetapi derasnya arus sungai membuat puluhan orang terjebak, bahkan beberapa di antaranya terseret arus.

Dalam tragedi tersebut, sedikitnya delapan pengunjung dilaporkan hanyut. Empat orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR, sementara seorang perempuan ditemukan meninggal dunia. Dua hari setelah kejadian, tepatnya Selasa (15/11/2016), seorang remaja berusia 16 tahun kembali ditemukan meninggal sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian setelah terbawa arus air bah.

Pada malam hari pascakejadian, Basarnas berhasil mengevakuasi sedikitnya 91 pengunjung yang sebelumnya terjebak di kawasan wisata tersebut.

Diketahui, kawasan Sungai Waranie di Dusun Waranie, Desa Usa, dan jalur Sungai Salo Merungnge di Desa Ureng merupakan bagian dari aliran sungai pegunungan yang saling terhubung. Kondisi geografis tersebut membuat wilayah itu rawan terjadi banjir bandang maupun air bah saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan hulu.

Menyikapi kejadian terbaru ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone kembali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

Kepala BPBD Bone, Andi Ikbal, meminta masyarakat menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir dan longsor, termasuk di sekitar lereng, bukit, dan aliran sungai pegunungan.

“Tetap waspada dan siaga, dan diharapkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bone agar menghindari beraktivitas pada lereng, bukit, dan daerah rawan banjir saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” imbaunya. (*/den)

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *