JAKARTA, PAKARMEDIA.COM–Pemerintah Kabupaten Bone serius menindaklanjuti rencana Kementerian Sosial (Kemensos) mambangun Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Keseriusan Pemkab Bone ini dibuktikan dengan kunjungan kerja rombongan pejabat Pemkab Bone ke Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia di Jakarta, Selasa, 15 April 2025 dipimpin Wakil Bupati Bone.
Dalam kunker ini Wakil Bupati (Wabup) Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin SP. MM didampingi Kadis Sosial Kabupaten Bone Drs. A. Mappangara MM, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, SIP, M.Di dan Kadis DPMPTSP Kabupaten Bone, Andi Amran.
Wakil Bupati Bone beserta rombongan diterima oleh Herman Koeswara selaku Kepala Sekretariat Komisi Nasional Disabilitas Kementerian Sosial RI dan Budi Satriyo selaku Plt. Kepala Biro Perencanaan Kementerian Sosial RI.
Sekolah Rakyat ini direncanakan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare dan menyasar masyarakat miskin di Kabupaten Bone.
Konsepnya berupa sekolah berasrama yang mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA.
Andi Akmal menyebutkan bahwa lokasi potensial yang dipertimbangkan adalah di Lingkungan Labekku, Kelurahan Majang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, yakni kawasan Eks Tempat Pembuangan Sampah yang sudah tidak difungsikan lagi.
Dengan kapasitas hingga 600 siswa, sekolah ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti asrama dan area pelatihan. Pemerintah pusat juga direncanakan akan mengatur proses rekrutmen dan penggajian tenaga pendidik untuk mendukung kelangsungan sekolah ini.
“Kami menyambut baik program ini karena sejalan dengan tujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, kami optimis dapat berpartisipasi dalam program ini,” kata Andi Akmal.
Program Sekolah Rakyat ini berada di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan tujuan utama menciptakan kawasan pendidikan terpadu yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kurang mampu.
Sebelumnya, Kadis Sosial Kabupaten Bone, Drs Andi Mappangara, MM mengungkapkan sekolah rakyat merupakan program Presiden RI, Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial.
Menurut Andi Mappangara hanya ada dua daerah di Sulawesi Selatan yang mendapatkan jatah sekolah rakyat.
“Untuk tahap II, di Sulsel hanya dua daerah, yakni Bone dan Bantaeng yang dapat,” tutur Andi Mappangara saat ditemui pakarmedia com di sela-sela menunaikan zakat fitrah di Sekretariat Baznas Kabupaten Bone, Jumat, 28 Maret 2025.
Yang menarik dari sekolah rakyat ini adalah para peserta didik akan ditanggung kebutuhannya, mulai seragam hingga konsumsi. Mereka akan diasramakan. Semua biaya ditanggung kementerian.
Tak hanya itu, sambung Andi Mappangara, guru-guru juga dibuatkan perumahan.
“Doakan semoga lokasi yang disurvei nanti dinyatakan layak oleh Tim Survei dari kementerian,” harapnya.
Lanjut Andi Mappangara, peserta didik nantinya berasal dari keluarga tidak mampu. Adapun jenjang pendidikan yang dilayani adalah SD dan SMP.
“Jumlah rombel 18. Setiap rombel 25 siswa,” urai Andi Mappangara. (ril/den).
















