WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Proses seleksi calon Rektor Institut Agama Islam Negeri Bone periode 2026–2030 memasuki tahap akhir. Komisi Seleksi dari Kementerian Agama Republik Indonesia telah merampungkan fase wawancara terhadap seluruh kandidat pada Selasa (14/4/2026).
Dengan selesainya tahapan tersebut, proses kini tinggal menunggu penetapan resmi dari Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, terkait siapa yang akan ditunjuk sebagai rektor baru menggantikan Prof. Syahabuddin.
Ketua Penjaringan Bakal Calon Rektor IAIN Bone, Husain Rafi, menyampaikan bahwa mekanisme penetapan rektor di lingkungan Kementerian Agama umumnya tidak melalui pengumuman terbuka.
“Iye, betul sekali. Saat ini tinggal menunggu penetapan dari Menteri Agama. Biasanya tidak ada pengumuman resmi, tetapi langsung dilakukan pemanggilan kepada salah satu calon untuk dilantik,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Pria yang akrab disapa Uceng tersebut juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait siapa kandidat yang akan ditetapkan sebagai rektor IAIN Bone untuk periode mendatang.
Sebelumnya, proses penjaringan bakal calon rektor telah melalui tahapan verifikasi administrasi yang ketat. Dari proses tersebut, sebanyak enam kandidat dinyatakan lolos dan berhak mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga tahap wawancara.
Adapun enam nama calon Rektor IAIN Bone periode 2026–2030 yang mengikuti seleksi adalah:
- Prof. Dr. Syaparuddin, S. Ag, M. Si
- Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc, MA
- Prof. Dr. Ali Halidin, S. Ag, M. PdI
- Dr. Rahmatun Nair, S. Ag, M. Ag
- Prof. Dr. Sarifa Suhra, S. Ag, M. PdI
- Prof. Dr. Astuti, S. Ag, M. Pd.
Seluruh kandidat tersebut telah mengikuti tahapan seleksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari penjaringan, verifikasi administrasi, hingga uji kompetensi melalui wawancara oleh Komisi Seleksi Kementerian Agama.
Kini, publik akademik dan civitas akademika IAIN Bone menantikan keputusan akhir dari Menteri Agama RI yang akan menentukan arah kepemimpinan kampus tersebut untuk lima tahun ke depan. Diharapkan, rektor terpilih nantinya mampu membawa IAIN Bone semakin berkembang, berdaya saing, dan berkontribusi lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia. (*/den).
















