banner 728x250

RSUD Datu Pancaitana Bone Masuk Nominator TOP BUMD Awards 2026, Dorong Transformasi Smart Digital Hospital

(Dok. TopBusiness).
banner 120x600

WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM— UPT RSUD Datu Pancaitana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berhasil masuk sebagai nominator TOP BUMD Awards 2026.

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten Bone ini dinilai mampu menunjukkan kinerja unggul, inovatif, serta adaptif terhadap transformasi digital di sektor layanan kesehatan.

TOP BUMD Awards 2026 adalah ajang penghargaan nasional paling bergengsi bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan lembaga konsultan dan asosiasi profesional.

Dikutip dari TopBusiness, RSUD Datu Pancaitana mengikuti sesi presentasi penjurian TOP BUMD Awards 2026 yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, manajemen rumah sakit memaparkan strategi bisnis, inovasi layanan, serta capaian kinerja yang telah diraih.

Hadir dalam sesi penjurian antara lain Direktur RSUD Datu Pancaitana, Muhammad Rostang, SE, S.K.M, M.Kes, Kepala Bidang Pengembangan Rumah Sakit Fathullah Umar, S.Kep, M.Kes, serta Kepala Bidang Pelayanan Penunjang dr. A. Zaenal Syahid. Turut mendampingi, Kepala Seksi Pengembangan Pelayanan Rosdianah Mansur, S.K.M, MM, Kepala Seksi Pelayanan Medik dr. A. Resky Soraya, Kepala Sub Bagian Program Asmiraty, S.K.M, serta Staf Sub Bagian Program Ade Kartikasari Sebba, S.K.M, M.P.H.

Transformasi Menuju Smart Digital Hospital

Dalam presentasinya, H. Muhammad Rostang,  menjelaskan bahwa RSUD Datu Pancaitana mengusung visi “Menjadi Rumah Sakit Pilihan yang Unggul, Mandiri dengan Layanan Berbasis Digital.” Visi tersebut diwujudkan melalui transformasi layanan menuju Smart Digital Hospital dengan mengintegrasikan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) serta memperkuat kemandirian finansial BLUD.

“Kami menerapkan strategi bisnis yang menitikberatkan pada digitalisasi layanan, efisiensi operasional, serta pengadaan alat kesehatan modern yang didukung kemandirian keuangan BLUD,” ujar Rostang.

Dengan predikat Akreditasi Paripurna, RSUD Datu Pancaitana juga fokus mengembangkan poli spesialis unggulan dan memperkuat kemitraan strategis untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas, efisien, serta ramah lingkungan bagi masyarakat Kabupaten Bone.

Inovasi dan Digitalisasi Layanan

Untuk memperkuat transformasi tersebut, RSUD Datu Pancaitana melahirkan berbagai inovasi layanan dan digitalisasi tata kelola.

“Inovasi yang kami lakukan diarahkan pada layanan yang berdampak langsung kepada masyarakat, sementara digitalisasi tata kelola SDM bertujuan meningkatkan disiplin, transparansi, dan akuntabilitas sebagai bentuk penerapan prinsip Good Corporate Governance,” jelas Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Bone itu.

Sejumlah inovasi unggulan yang telah diterapkan antara lain E-Destinasi, yakni data diet pasien yang terintegrasi secara digital; SIMPERS, sistem presensi digital real time untuk meningkatkan kedisiplinan SDM; serta SIPORENNU, layanan pengantaran obat ke rumah yang bertujuan memangkas antrean farmasi dan meningkatkan kepuasan pasien.

Selain itu, terdapat pula ININNAWAKU, layanan persalinan terintegrasi dengan dokumen kependudukan; DARLING DOC, dashboard real time pelayanan dokter; SIAP ANASTESI, sistem informasi audiovisual pra-anestesi; serta OR-TRAK, papan informasi operasi digital yang memudahkan keluarga pasien memantau proses tindakan medis.

“Seluruh inovasi ini terbukti meningkatkan mutu layanan sekaligus memperkuat citra RSUD sebagai BUMD yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kinerja Meningkat Signifikan

Implementasi inovasi dan digitalisasi tersebut turut berdampak pada peningkatan kinerja rumah sakit. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) menunjukkan lonjakan signifikan, dari 84,69 persen pada 2024 menjadi 97,7 persen pada 2025, dengan kategori “berhasil”.

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) juga mengalami peningkatan dari 78 pada 2024 menjadi 82,89 pada 2025. Sementara itu, kinerja keuangan BLUD dinilai sangat sehat dengan Cost Recovery Rate (CRR) sebesar 98,70 persen pada 2024 dan 97,24 persen pada 2025, jauh melampaui standar minimal 40 persen.

Pada sisi pendapatan, realisasi tahun 2025 mencapai Rp29,11 miliar, tumbuh 18,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan kemampuan RSUD Datu Pancaitana membiayai operasional secara mandiri sekaligus memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Kontribusi Nyata bagi Daerah

Dengan kinerja yang terus meningkat, RSUD Datu Pancaitana dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pemerintah Kabupaten Bone dan pembangunan daerah. Kontribusi tersebut meliputi penguatan pelayanan publik, pengelolaan keuangan BLUD yang transparan dan akuntabel, peningkatan kualitas SDM kesehatan lokal, serta dukungan terhadap perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan pemanfaatan produk serta jasa lokal.

Keberadaan layanan unggulan juga berperan menekan angka rujukan pasien ke luar daerah, sehingga belanja kesehatan masyarakat tetap berputar di Kabupaten Bone.

Melalui kombinasi kinerja keuangan yang solid dan inovasi layanan berkelanjutan, RSUD Datu Pancaitana kini menjadi salah satu BUMD strategis yang menopang kapasitas fiskal daerah serta mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) secara tidak langsung melalui sektor jasa layanan kesehatan. (den).

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *