WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM– Sebanyak 178 jemaah haji asal Kabupaten Bone yang tergabung dalam Kloter 17 UPG/4 tiba di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Rombongan jemaah haji tersebut tiba menggunakan bus setelah menempuh perjalanan dari Asrama Haji Sudiang Makassar menuju Kabupaten Bone. Kedatangan para tamu Allah itu disambut keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak sore hari.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, H. Muhammad Rafi As’ad, menjelaskan bahwa dari total 178 jemaah haji yang kembali ke Bone, sebanyak 150 orang diturunkan di wilayah Camming, sementara 27 jemaah lainnya diturunkan di Masjid Agung Al Ma’arif Watampone.
“Dari total 178 jemaah haji Kloter 17 UPG/4 Bone, sebanyak 150 jemaah turun di Camming dan 27 jemaah turun di Masjid Agung Al Ma’arif Watampone. Satu orang jemaah meninggal dunia di Tanah Suci,” kata Muhammad Rafi As’ad.
Ia menjelaskan, jemaah yang wafat tersebut meninggal dunia setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Almarhum sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah keluar dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Jemaah tersebut keluar dari Armuzna dan sempat dirawat di rumah sakit. Beliau meninggal dunia setelah melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.
Muhammad Rafi As’ad menambahkan, terdapat hal istimewa dalam proses pemulangan jemaah haji Kloter 17 UPG/4 Bone tahun ini. Menurutnya, rombongan jemaah secara langsung dilepas oleh Menteri Haji dan Umrah saat berada di Asrama Haji Sudiang Makassar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bone.
“Yang istimewa, pemulangan jemaah haji Kloter 17 UPG/4 Bone ini dilepas langsung oleh Menteri Haji dan Umrah di Asrama Haji Sudiang Makassar,” jelasnya.
Kedatangan para jemaah di Kabupaten Bone berlangsung dalam suasana haru dan penuh kebahagiaan. Tangis bahagia keluarga pecah saat para jemaah turun dari bus dan kembali berkumpul dengan sanak saudara setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Pemerintah dan penyelenggara haji berharap seluruh jemaah yang kembali ke tanah air memperoleh predikat haji yang mabrur serta dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. (*/den)
















