JAKARTA, PAKARMEDIA.COM–Pemekaran Bone Selatan yang mandek di pusat, kembali diperjuangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Bone.
Rombongan legislator yang dipimpin Ketua Komisi I, Rismono Sarlim ini menyambangi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakata, Jumat, 17 Januari 2025. .
Di hadapan Ketua Komite I DPD RI, Dr Andi Sofyan Hasdam didampingi dua senator asal Sulsel, Andi Abd Waris Halid dan Al Hidayat Samsu, anggota DPRD Bone menyampaikan desakan pemekaran Bone Selatan menjadi daerah otonom baru (DOB).
“Tadi ada beberapa poin terkait rencana pemekaran Bone Selatan, salah satunya terkait kesiapan dana sharing,” ungkap Rismono..
Adapun dana sharing yang disiapkan pemerintah daerah untuk Bone Selatan, kata Rismono, yakni Rp5 miliar.
Rismono menegaskan alasan mendorong pemekaran Kabupaten Bone, karena memiliki daerah yang luas, yakni terdiri dari 27 kecamatan dan 372 desa/kelurahan.
“Dengan daerah yang cukup luas, masyarakat di Bone bagian Selatan kesulitan mengakses layanan publik,” bebernya.
Lanjut Rismono, desakan serupa juga akan disampaikan ke Komisi II DPR RI dan Kemendagri.
Turut hadir dalam pertemuan dengan anggota DPRD RI tersebut, antara lain Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, SH, Rismono Sarlim selaku ketua rombongan, H Muslimin dan Chaerul Anam. Kemudian anggota DPRD Bone lainnya yang juga berasal dari dapil wilayah Bone Selatan, ada Bustanil Arifin Amri, Herman, Andi Fadil Lura dan A Andi Suedi sekaligus Ketua Forum Pemekaran Bone Selatan.
Turut hadir mendampingi rombongan anggota DPRD Bone, yakni Ketua Apdesi Bone, Rusli dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Bone Muh Zuhdi.
Proses pemekaran Bone Selatan sesungguhnya sudah pernah dibahas di DPD RI dan Komisi II DPR RI, beberapa waktu lalu. Namun, sayangnya belum terealisasi karena terkendala kebijakan moratorium DOB. (*).
















