WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Masih ingat dengan Inovasi SIPPEKA?. Inovasi yang diluncurkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone tahun 2023 lalu.
Ternyata hanya mendapat pengakuan secara nasional yang dibuktikan dengan masuk 45 nasional. Inovasi tersebut kini naik level.
Diusulkan oleh PBB-UNPSA untuk ikut Lomba Inovasi tingkat Internasional, United Nations of Public Service Award 2026 (UNPSA 2026)
Program PBB UNPSA ini dilaksanakan setiap 2 tahun sekali untuk mempromosikan Indonesia dan mengakui kreativitas dan mendukung serta menerapkan inovasi dalam pelayanan publik tingkat Internasional.
Inovasi SIPPEKA Bappeda diusulkan mengikuti lomba UNPSA tahun 2026 bersaing dengan beberapa Inovasi. Adapun kategori lomba antara lain;
•Delivering inclusive and equitable services to leave no one behind
•Gender-responsive public services
•Transparent and accountable public institutions to achieve the SDGs
•Participation and public engagement for inclusive decision-making
Dari beberapa Inovasi terpuji tingkat Nasional, 8 Inovasi dari Kabupaten/Kota dan lembaga negara diusulkan Kemenpan RB untuk mengikuti Inovasi tingkat Internasional salah satunya Inovasi dari Bappeda Kabupaten Bone.
Inilah Inovasi yang dinominasikan dalam UNPSA 2026 oleh pemerintah pusat melalui Kemenpan RB-RI, berikut kategori beserta inovasi lembaga pencetusnya:
a.Delivering inclusive and equitable services to leave no one behind
1. KAMI SETARA (Kampus Inklusif Semua Tak Berjarak) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi .
2.JARIK MA’SITI (Belajar menarik Brsama Siswa Istimewa (Pemerintah Kota malang)
3.Unit Pelayanan Teknis Pusat Layanan Disabilitas dan pendidikan Inklusif (UPT PLDPI) (Kota Surakarta)
b.Gender responsif public services
1.Strategi Pencegahan perkawinan Anak (SIPPEKA) Bappeda Pemkab Bone
2. Berdaya Srikandi (Dinas Pertanian, kelautan dan perikanan Kota Pare-pare)
c. Transparent and Accountable public institutions to achieve the SDGs
1. Sistem registrasi nsional pengendalian perubahan iklim (Kementerian lingkungan hidup/Badan pengendalian lingkungan hidup
2. Aplikasi sistem keuangan desa (Siskeudes) ( badan pengawasan keuangan dan Pembangunan
d. Participation and public engagement for inclusive dececion making
1. Laboratorium inovasi (Lembaga Adminstrasi Negara)
Ada pun Inovasi yg akan diusulkan akan menjalani tahapan seleksi administrasi, pemaparan, dan replikasi di Tahun 2025 dan wajib Berbahasa Inggris.
Kepala Bappeda Kabupaten Bone, Dr. H. Ade Fariq Ashar, S.STP, M.Si mengatakan dirinya bangga dengan pengusulan inovasi SIPPEKA yang digagas bersama tim-nya ke level dunia, yakni lomba inovasi tingkat internasional.
“Tentu saya merasa terharu karena ini kerja tim. Dan kami di Bappeda selalu menanamkan untuk jangan pernah berhenti belajar dan berinovasi dan kita bisa berhasil sampai saat ini karena doa dan usaha teman-teman semua,” kata Ade Fariq
Proses pengusulan inovasi SIPPEKA mengikuti lomba inovasi tingkat internasional bermula saat Ade Fariq Ashar dihubungi pihak Kementerian PAN-RB.
Berdasarkan hasil assesmen KemenPAN-RB, inovasi SIPPEKA dinilai memiliki potensi dalam category responsive gender, salah satu kategori yang dilombakan. (*).
















