banner 728x250

Inilah Makna Hari Kartini bagi Seorang ‘Kartini Milenial’ Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Kabupaten Bone

Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, SH saat mengikuti acara Mattompang Akbar di Lapangan Merdeka Watampone, beberapa waktu lalu. (Dok. Ist).
banner 120x600

WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM–Semangat Kartini terus hidup sampai hari ini. Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.

Raden Ajeng Kartini atau lebih dikenal RA Kartini adalah pahlawan nasional yang memperjuangkan emansipasi perempuan.

Surat-suratnya yang dibukukan dengan tajuk “Habis Gelap Terbitlah Terang” memuat cita-cita dan pemikiran-pemikirannya dalam memperjuangan hak-hak perempuan di Indonesia.

Nah, seperti apa semangat Kartini itu hidup di era milenial hari ini. Dan bagaimana kaum perempuan masa kini memaknainya?.

Bagaimana seorang Andi Tenri Walinonong, SH, Ketua DPRD Kabupaten Bone yang juga seorang tokoh milineal, sekaligus perempuan pertama yang memimpin lembaga legislasi DPRD Kabupaten Bone dalam memaknai Hari Kartini yang diperingati, Senin, 21 April 2025 hari ini.

Menurut Andi Tenri Walinonong, dalam memaknai Hari Kartini bagi kaum perempuan masa kini adalah yang pertama menghormati perjuangan Kartini.

“Kita harus menghargai perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan, yang pada zamannya dianggap tabu,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia adalah melanjutkan perjuangan Kartini dalam membangun Kesetaraan Gender, mengingatkan akan pentingnya kesetaraan gender dalam semua aspek kehidupan.

“Ini berarti memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial,” jelas politisi Partai Gerindra kelahiran 28 Desember 1993 ini.

Andi Tenri Walinonong atau AWT melanjutkan, perjuangan Kartini Masa Kini adalah mendorong perempuan untuk berprestasi.

“Kita harus mendorong perempuan untuk mencapai potensi penuh mereka dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa,” bebernya.

Dan yang tidak kalah pentingnya, sambung Andi Tenri Walinonong adalah menolak segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

“Menjadi Kartini masa kini, kita maknai dengan menjadi perempuan yang berpendidikan, mandiri, dan berjuang untuk kemajuan bangsa,” pungkas ‘Kartini Milenial’ yang dikenal memiliki atensi besar terhadap adat dan budaya daerah ini. (den).

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *