banner 728x250

Warga Digemparkan Temuan Bangkai Paus Raksasa di Pesisir Totobo Kolaka

Hasil tangkapan layar dari video yang beredar menunjukkan warga mendekat ke sekitar bangkai Paus yang terdampar di pesisir pantai Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sultra, Selasa, 3 Maret 2026. (Dok.ist).
banner 120x600

KOLAKA, PAKARMEDIA.COM– Warga Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), dikejutkan dengan temuan bangkai paus yang terdampar di pesisir pantai setempat pada Selasa, 3 Maret 2026 pagi. Mamalia laut berukuran besar itu ditemukan dalam kondisi telah mati di bibir pantai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bangkai paus pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 07.00 Wita. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang, termasuk Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Sulawesi Tenggara untuk dilakukan penanganan.

Kepala Seksi Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Sulawesi Tenggara, Jufri, membenarkan adanya laporan temuan paus terdampar tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat ditemukan, kondisi paus sudah tidak bernyawa dan terdampar di pinggir pantai.

“Paus ditemukan sudah dalam kondisi mati dan terdampar di bibir pantai,” ujar Jufri kepada awak media.

Hasil identifikasi sementara oleh petugas menunjukkan bahwa paus tersebut merupakan jenis Paus Sperma atau Paus Sperma. Penentuan spesies dilakukan berdasarkan ciri fisik yang tampak, seperti bentuk kepala yang besar dan struktur tubuhnya.

Dari keterangan warga setempat, panjang paus diperkirakan mencapai 10 meter. Ukuran tersebut menunjukkan bahwa paus kemungkinan sudah berusia cukup dewasa. Namun demikian, penyebab pasti kematian satwa laut dilindungi itu masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh tim terkait.

Hingga sore hari, bangkai paus masih berada di lokasi penemuan. Petugas berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan, termasuk proses evakuasi atau penguburan guna mencegah dampak pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar.

Pihak berwenang juga mengimbau warga agar tidak mendekati bangkai paus demi alasan keselamatan, sembari menunggu proses penanganan resmi dilakukan. (*/den).

banner 400x130
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *