WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM– Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 33 Embarkasi Ujung Pandang (UPG), Arifai Usman Petta Punna, meninggal dunia di Arab Saudi pada Rabu (10/6/2026) pagi waktu setempat.
Informasi tersebut disampaikan oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bone, H. Muhammad Rafi As’ad, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya salah seorang jemaah haji asal Kabupaten Bone tersebut.
“Kami atas nama keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Bone turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Arifai Usman Petta Punna di Tanah Suci. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ujar H. Muhammad Rafi As’ad.
Almarhum yang berstatus menikah tersebut menunaikan ibadah haji bersama istrinya yang juga menjadi pendamping selama berada di Tanah Suci. Berdasarkan laporan petugas kesehatan, sebelum meninggal dunia almarhum sempat mengalami keluhan luka pada kaki dan mendapatkan penanganan medis.
Kronologi yang dihimpun menyebutkan, pada 8 Juni 2026 almarhum mengeluhkan adanya luka pada kaki. Saat dilakukan pemeriksaan, tekanan darahnya tercatat 130/90 mmHg.
Sehari kemudian, tepatnya pada 9 Juni 2026, petugas kembali melakukan perawatan dengan membersihkan luka pada kaki. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 140/80 mmHg, sementara kadar gula darah sewaktu (GDS) mencapai 329 mg/dL.
Memasuki Rabu dini hari, 10 Juni 2026 sekitar pukul 02.30 Waktu Arab Saudi (WAS), kondisi umum almarhum dilaporkan masih baik dan sempat berbincang dengan istrinya. Pada pukul 04.15 WAS, menjelang pelaksanaan salat Subuh, almarhum juga masih memberikan respons dengan baik.
Namun sekitar pukul 05.00 WAS, setelah melaksanakan salat Subuh, kondisi almarhum tiba-tiba menurun dan tidak lagi memberikan respons. Saat dilakukan pemeriksaan, saturasi oksigen (SpO2) tercatat 90 persen dengan denyut nadi sekitar 80 kali per menit.
Petugas kesehatan kemudian segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) pada pukul 06.00 WAS sambil menunggu kedatangan ambulans. Lima menit kemudian, almarhum tiba di Rumah Sakit King Faisal dan upaya resusitasi serta pemberian oksigen dilanjutkan oleh tim medis rumah sakit.
Meski berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, dokter di Rumah Sakit King Faisal akhirnya menyatakan Arifai Usman Petta Punna meninggal dunia pada pukul 06.07 WAS.
Kepergian almarhum menambah daftar jemaah haji Indonesia yang wafat saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci tahun ini. Duka mendalam turut dirasakan keluarga, pendamping, serta seluruh jemaah yang tergabung dalam Kloter 33 Embarkasi Ujung Pandang.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum husnul khatimah dan seluruh rangkaian ibadah hajinya diterima oleh Allah SWT,” tutup H. Muhammad Rafi As’ad. (*/den).
















