WATAMPONE, PAKARMEDIA.COM– Suasana haru bercampur bahagia mewarnai kegiatan tasyakuran penamatan siswa-siswi kelas VI SD Negeri 2 Manurunge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang digelar di Palm Tree, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para orang tua dan wali siswa, dewan guru, staf sekolah, serta Plh. Kepala SD Negeri 2 Manurunge. Acara berlangsung meriah namun tetap sarat makna sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pendidikan dasar para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Pelaksanaan kegiatan ini diprakarsai oleh para orang tua dan wali siswa kelas VI yang membentuk kepanitiaan. Handayani Nur dipercaya sebagai ketua panitia, didampingi Lenny Astuti sebagai sekretaris dan Rosmini, S.Pd., M.Si sebagai bendahara.
Acara dipandu oleh dua orang siswa yang tampil percaya diri menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para hadirin karena menunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Manurunge.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Handayani Nur. Dalam laporannya, perempuan yang akrab disapa Mama Cahaya itu menyampaikan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya orang tua dan wali siswa kelas VI.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan tasyakuran dapat terlaksana dengan baik.
“Kegiatan ini terlaksana berkat kebersamaan dan dukungan orang tua siswa. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah membantu dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Plh. Kepala SD Negeri 2 Manurunge, Hasmiyati, S.Pd., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 32 siswa dinyatakan tamat. Hasmiati berpesan agar para siswa terus semangat belajar dan tidak berhenti mengejar cita-cita.
“Perjalanan kalian masih panjang. Teruslah belajar, jaga nama baik sekolah, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah menyerah dalam meraih cita-cita,” pesannya.

Momen paling mengharukan terjadi saat para siswa yang telah tamat secara bergantian menyampaikan pesan dan kesan selama menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Manurunge. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada guru-guru atas ilmu, perhatian, dan bimbingan yang telah diberikan selama enam tahun terakhir.
Tak hanya itu, mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan selama menjadi peserta didik. Suasana aula pun berubah haru ketika sejumlah siswa tak mampu menahan air mata saat menyampaikan pesan perpisahan.
Rasa haru semakin terasa saat perwakilan siswa kelas V yang akan ditinggalkan menyampaikan pesan untuk kakak-kakak kelas mereka. Dua siswi tampil menyampaikan pesan menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Di tengah penyampaian pesan, keduanya beberapa kali terhenti karena tak kuasa menahan tangis. Suasana emosional tersebut turut membuat sejumlah orang tua dan guru tampak terharu.
Usai sesi pesan dan kesan, acara dilanjutkan dengan prosesi penamatan. Satu per satu siswa dipanggil ke depan untuk menerima medali dan surat kelulusan sebagai simbol berakhirnya masa pendidikan mereka di SD Negeri 2 Manurunge.
Pada kesempatan itu juga diumumkan para siswa berprestasi berdasarkan akumulasi nilai akademik kelas V dan kelas VI. Untuk kategori prestasi akademik, peringkat ketiga diraih oleh Khaisya Almaira, peringkat kedua diraih Rachel Freyandra, sedangkan peringkat pertama diraih Keyla Anastazya Dwi Hafayani.
Selain meraih peringkat pertama akademik, Keyla Anastazya Dwi Hafayani juga berhasil meraih penghargaan pada kategori prestasi nonakademik.
Suasana kemudian berubah menjadi lebih meriah saat siswa-siswi kelas V menampilkan pertunjukan tari modern (dance). Dengan penuh semangat dan percaya diri, mereka menampilkan berbagai gerakan atraktif yang menghibur para tamu undangan.
Penampilan tersebut menjadi salah satu sorotan utama acara. Banyak orang tua dan hadirin terlihat mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Keseruan tasyakuran mencapai puncaknya setelah seluruh rangkaian acara resmi ditutup. Para siswa yang telah tamat diberi kesempatan menikmati fasilitas kolam renang yang berada tepat di belakang lokasi kegiatan.
Tawa dan keceriaan para siswa terdengar memenuhi area kolam renang, menjadi penutup yang manis bagi perjalanan mereka selama enam tahun menempuh pendidikan di SD Negeri 2 Manurunge.
Kegiatan tasyakuran ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah serta menjadi kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh para lulusan SD Negeri 2 Manurunge Tahun Ajaran 2025/2026. (*/den)
















